Menjadi Dewasa

 Menjadi dewasa



Masih kuingat dengan jelas, ketika aku kecil aku begitu mendambakan menjadi seorang dewasa 

Ia benar, menjadi dewasa ialah ketika kita bebas melakukan yang kita sukai. Bebas tertawa lepas tanpa ada beban di punggungnya. Bagaimana tidak?, Ketika kecil aku penuh dengan aturan, yang mana baik dan buruk selalu mendapati pengawasan dari orang dewasa. 

Rasanya itu tak adil. Orang dewasa bebas bermain bersama teman-temannya. Sedang kami kecil, harus dengan hati-hati saat bermain bersama teman, dengan memperhatikan alat/bahan mainan  apa saja yang ada di sekitar kita saat bermain. Kami kecil mengamati begitu senang jadi dewasa


Beberapa tahun kemudian. Fase dewasa yang ku impikan dahulu dengan sekarang berbeda. Bahwa menjadi dewasa haruslah menjadi sosok yang kuat, tegar, pantang menyerah, penuh maaf dan sifat baik lainnya. 

Agar menjadi tameng bagi seorang yang dewasa. Ada beberapa orang mengatakan bahwa tua itu pasti sedang dewasa adalah pilihan. 

Itu benar, menurutku perihal dewasa bukan hanya terikat dengan banyaknya angka umur seseorang. Melainkan pola pikir, kebiasaan yang membawa seseorang tersebut dapat menyikapi persoalan hidup yang kompleks menjadi soal yang sangat sederhana.

Bagaimana tidak, bahwa setiap kita akan ada masanya menjadi dewasa dengan sendirinya dengan permasalah dalam hidup yang begitu rumit. Yang tak terpikirkan oleh kita dulu saat kecil. Bila kita lihat, seorang ayah tidak akan menunjukkan kerapuhannya saat sedang kekurangan secara ekonomi.

Ia akan berusaha sekuat tenaga dan akan mengesampingkan rasa lelah, letih dan ego lainnya demi mencukupi keluarganya. Ia tak ingin melihat anak-anaknya menangis kelaparan, atau menangis saat ia tak bisa memenuhi keinginan anaknya ,meski hanya membeli es krim keliling.

Dia ayah kita, sosok dewasa yang kita lihat semasa kecil dulu. Sikap dewasa seorang ayah,yang kita lihat dahulu hingga sekarang ialah, ia seorang yang rela berkorban demi mencukupi kebutuhan keluarga sandang, pangan, papan dan kebutuhan tidak terduga lainnya yang silih berganti.

Ia tetap memasang wajah berseri-seri setiap harinya meski selepas ia bekerja. Sedangkan ibu adalah sosok luar biasa yang memberikan teladan dalam pengasuhannya saat kita kecil dulu, rela melakukan hal yang sangat melelahkan dalam hidupnya, membawa kita kemanapun ia berada selama 9 bukan 10 hari lamanya. 

Kita sedari kecil yang sudah merepotkan ibu, namun tetap bersikap dewasa. Ia tidak akan marah saat kita melakukan kesalahan, ia tetap tersenyum meski saat itu ia merasa lelah saat menggendong sambil memberikan ASI terbaiknya untuk kita, ia yang selalu legowoh terhadap apa-apa yang menurut nya baik untuk anaknya tanpa memikirkan kebahagiaan ia sendiri. 


Tanpa pernah mengucap keluh kesah saat mengasuh kita hingga dewasa. Dua figur utama dalam pembentukan kedewasaan. Karena pondasi yang utama seseorang menjadi dewasa ada dirumah kita masing masing, selebihnya kita belajar dari lingkungan yang kita tinggali, disekolah dan dimanapun kita berada adalah proses belajar tiada henti untuk menjadi dewasa.

 Dan setiap orang yang hadir dalam hidup kita memberikan pembelajaran yang membentuk kita lebih baik lagi, siapapun orang yang kita temui, sekalipun orang tersebut memberikan dampak yang kurang baik, kita dapat mengambil pelajaran dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 


Dan perlu diingat bahwa menjadi dewasa adalah bersikap yang santun, penuh maaf , selalu sabar dan syukur terhadap apa-apa yang menimpa kita dalam proses pendewasaan. Meski tak mudah, namun kita bisa latih sikap dewasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan pembiasaan yang sudah termindsetkan dalam pikiran dan relung hati terdalam.



Salam hangat untuk yang berproses menjadi dewasa, sama-sama belajar, dan saling mengingatkan maka kita tumbuh menjadi sosok dewasa kuat, tanpa menindas orang-orang di sekitar kita dengan perilaku kita yang tak baik. 

Tetap menjadi baik, jangan bosan menjadi baik. Lakukan hal baik kapanpun, dimanapun dengan siapapun . Insyaallah kebaikan akan terbalas dengan kebaikan. 

Bukan hanya untuk kita, tapi untuk orang-orang yang ada disekitar kita juga merasakan kebaikan yangg sudah kita tanam. Tetap semangat dengan selalu sehat ceria. Salam hangat temanmu yang sedang menuju dewasa.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mujarabnya Do'a Orang Tua

Alarm saat Sahur ( Pemenangnya adalah Bapak)