Alarm saat Sahur ( Pemenangnya adalah Bapak)
Alarm Ramadhan adalah bapa, ibudan mas
Aku seorang anak kedua dari dua bersaudara. Aku yang tinggal di perantauan kota di Bandar Lampung, biasanya awal ramadhan sekolah libur dan waktunya pulang ke kampung halaman tercinta.
Kebiasaan ramadhan yang biasa di tanamkan sejak kecil di rumah adalah membersihkan rumah, pergi ke makam mbah atau keluarga ketika pagi atau sore hari. Biasanya ibu sudah menyiapkan bungan dan air putih di botol untuk dibawa ke makam.
Dan tahun ini aku ke makam mbah sore hari. Setelah ke makam mbah aku dan ibu biasanya memasak menyiapkan makanan untuk dihidangkan saat malam hari dan untuk persiapan sahur pertama. Aku, anak yang suka tidur dan susah untuk bangun sahur. Jadi ibu biasanya meminta memasang alarm agar tidak kesiangan. Namun, ketika alarm berbunyi bukannya bangun malah aku sengaja mematikan alarm tersebut.
Usiaku saat ini hampir masuk kepala 3. Dan selama ramadhan aku bersyukur ibu senantiasa sehat dan tetap paling yang terdepan untuk menyiapkan santap sahur keluarga kami. Sambil memasak ibu memanggil ku dari ruang tengah, agar aku bangun sahur. Terhitung dari 3 kali aku si anak yang susah bangun ini tetap mengabaikan suara ibu, karena berpikir nanti saja, yang paling baguskan mengakhiri sahur, gumamku dalam hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 , saudara laki-laki ku sangat gemas, sehingganya membangunkanku dengan teknik yang sangat aku tidak suka, yaitu menghidupkan lampu dan memberikan percik kan air di wajahku. Sangat jengkel tapi yaa mau gimana lagi, :(
Beda lagi kalau bapak yang membangunkan sahur, dipanggil satu kali dengan nada yang tegas, nak. Bangun sahur! Langsung bangun dan cuci muka.
Jadi alarm saat ramadhan yang palingt top jatuh kepada bapak, selanjutnya mamas dan terakhir ibu.
Salam Ramadhan ceria, berkah bersama keluarga tercintaš„°
cerpen #ramadhan # ceritaku dibulan penuh berkah

Komentar